Modus refund palsu

Waspada! Jebakan ‘Refund’ Palsu: Bukannya Untung, Malah Buntung!

Siapa yang tidak suka uang kembali? Janji ‘refund’ seringkali terdengar manis. Namun, di balik janji manis itu, kini bersembunyi modus penipuan baru yang cerdik: ‘Refund Palsu’.

Modus Operandi:
Modus ini bermula dari pesan tak terduga (email, SMS, atau panggilan telepon) yang mengatasnamakan bank, e-commerce, atau lembaga terkemuka. Mereka memberitahu Anda bahwa ada kelebihan pembayaran, transaksi ganda, atau dana yang harus dikembalikan. Korban kemudian diminta untuk ‘memverifikasi’ data pribadi, termasuk OTP, PIN, atau bahkan diminta mentransfer sejumlah kecil uang dengan dalih ‘validasi sistem’ atau ‘biaya administrasi’. Ada juga yang meminta korban mengunduh aplikasi tertentu untuk ‘bantuan teknis’.

Tujuan Penipu:
Tujuan sebenarnya? Bukan mengembalikan uang Anda, melainkan mengurasnya. Dengan dalih refund, penipu mendapatkan akses ke rekening bank, kartu kredit, atau data pribadi sensitif Anda.

Tips Pencegahan:

  1. Verifikasi Independen: Jangan langsung percaya. Hubungi langsung pihak resmi melalui kontak yang tertera di situs web atau aplikasi resmi mereka, bukan dari pesan yang Anda terima.
  2. Jangan Berikan Data Sensitif: Bank atau lembaga resmi tidak akan pernah meminta OTP, PIN, atau password melalui telepon/SMS/email.
  3. Abaikan Permintaan Transfer Balik: Refund yang asli tidak pernah meminta Anda mengirim uang terlebih dahulu.
  4. Waspada Link/Aplikasi Asing: Jangan klik tautan mencurigakan atau mengunduh aplikasi dari sumber tidak dikenal.

Ingat, jika tawaran terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu penipuan. Kehati-hatian adalah kunci untuk menjaga aset digital Anda tetap aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *