Berita  

Kesiapan prasarana infrastrukturdalam menghadapi tragedi alam serta perubahan kondisi

Infrastruktur Tangguh: Kunci Ketahanan di Tengah Gejolak Alam dan Perubahan Iklim

Dunia kini dihadapkan pada realitas gejolak alam yang kian tak terduga dan perubahan iklim yang ekstrem. Dalam kondisi ini, kesiapan prasarana dan infrastruktur bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak. Infrastruktur adalah tulang punggung kehidupan kita, dan ketahanannya adalah kunci keselamatan serta kelangsungan hidup pasca-tragedi.

Banyak infrastruktur yang ada dibangun berdasarkan standar lama, yang tidak memperhitungkan intensitas bencana atau perubahan kondisi lingkungan saat ini. Jembatan yang tidak tahan gempa, drainase yang tidak mampu menampung volume air hujan ekstrem, atau jaringan listrik yang rentan badai adalah contoh nyata kerentanan ini. Kerusakan infrastruktur bukan hanya kerugian materi, tapi juga melumpuhkan aktivitas dan menghambat upaya penyelamatan.

Oleh karena itu, pendekatan ‘bangun kembali lebih baik’ (build back better) harus menjadi prinsip utama. Ini berarti merancang infrastruktur dengan material yang lebih kuat, teknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim (misalnya, sistem drainase cerdas, bangunan tahan gempa dan banjir), serta mempertimbangkan faktor risiko bencana di setiap tahap perencanaan dan pembangunan. Penggunaan data geospasial dan prediksi iklim menjadi esensial untuk mengidentifikasi area rentan dan memitigasi risiko.

Kesiapan juga mencakup pemeliharaan rutin, audit keamanan infrastruktur secara berkala, serta pengembangan sistem peringatan dini yang terintegrasi. Jaringan komunikasi yang tangguh dan jalur evakuasi yang jelas juga krusial. Investasi pada teknologi sensor dan pemantauan jarak jauh dapat memberikan informasi real-time tentang kondisi infrastruktur, memungkinkan respons cepat sebelum bencana meluas.

Pada akhirnya, kesiapan prasarana dan infrastruktur dalam menghadapi tragedi alam serta perubahan kondisi adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan jiwa, stabilitas ekonomi, dan keberlanjutan masa depan. Bukan hanya sekadar membangun, tapi membangun dengan visi, ketahanan, dan adaptasi demi Indonesia yang lebih tangguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *