Roda Kehidupan: Antara Bimbang Perubahan dan Keabsahan Perjalanan
Kita seringkali dihadapkan pada persimpangan hidup, di mana perubahan mengintai dengan janji sekaligus ketidakpastian. Rasa bimbang berlebihan terhadap perubahan, meski menjanjikan kemajuan, seringkali melahirkan stagnasi. Terjebak dalam zona nyaman, kita lupa bahwa adaptasi adalah kunci kelangsungan. Kebimbangan yang melumpuhkan justru menghalangi kita melihat peluang di balik setiap transformasi.
Namun, di sisi lain, ada ranah di mana kepastian dan keabsahan mutlak diperlukan: berkendara. Memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan memastikan kendaraan laik jalan bukanlah pilihan yang bisa ditunda atau diragukan. Ini adalah pondasi keselamatan, tanggung jawab, dan kepatuhan hukum yang tak bisa ditawar. Tanpa keabsahan ini, perjalanan bukan hanya berisiko, melainkan ilegal dan membahayakan diri serta orang lain.
Pelajarannya jelas: kita perlu membedakan kapan harus beradaptasi dengan fleksibilitas dan kapan harus patuh pada aturan yang tak bisa diganggu gugat. Jangan biarkan kebimbangan berlebihan menghambat langkah maju, namun juga jangan abaikan kepastian yang fundamental demi keselamatan dan ketertiban bersama. Maju dengan perhitungan, patuh dengan kesadaran.