Kejahatan saat COD

COD: Kemudahan yang Menjerat Bahaya!

Cash on Delivery (COD) telah menjadi metode pembayaran favorit bagi banyak orang karena kepraktisan dan kemudahannya. Tanpa perlu transfer bank, barang bisa langsung diterima dan dibayar di tempat. Namun, di balik kemudahan ini, tersimpan ancaman serius yang kian meningkat: kejahatan.

Modus kejahatan saat COD sangat beragam, mulai dari penipuan hingga kekerasan. Pelaku seringkali menyamar sebagai pembeli atau penjual, memanfaatkan momen transaksi tatap muka. Mereka bisa melakukan perampokan setelah barang diserahkan atau uang dibayarkan, menukar barang dengan yang palsu, atau bahkan membius/melumpuhkan korban untuk merampas harta benda lainnya. Tidak jarang, lokasi COD yang sepi dan waktu malam hari dipilih untuk memudahkan aksi mereka, bahkan berujung pada tindak kekerasan fisik.

Sifat transaksional COD yang langsung mempertemukan dua pihak, ditambah adanya peredaran uang tunai, menjadikannya target empuk bagi para kriminal. Kurangnya pengawasan pihak ketiga seperti platform marketplace pada saat transaksi fisik berlangsung juga menjadi celah. Banyak korban lengah karena beranggapan proses COD adalah hal biasa, padahal ini adalah titik rawan yang bisa dieksploitasi.

Maka, kewaspadaan adalah kunci utama. Sebelum dan saat melakukan COD, pastikan beberapa hal:

  1. Pilih lokasi yang ramai dan terang, seperti pusat perbelanjaan atau kantor polisi.
  2. Ajak teman atau kerabat sebagai pendamping.
  3. Periksa barang dengan teliti sebelum pembayaran, dan jangan pernah menyerahkan barang/uang sebelum yakin.
  4. Jangan mudah percaya tawaran atau ajakan mencurigakan untuk berpindah lokasi.
  5. Jika merasa ada yang tidak beres, batalkan transaksi dan segera laporkan.

COD memang praktis, tapi jangan biarkan kepraktisan itu menjadi pintu masuk bagi bahaya. Keamanan diri harus selalu menjadi prioritas utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *