Jebakan Gelar Instan: Waspada Kampus Abal-Abal!
Pendidikan tinggi adalah gerbang menuju masa depan yang cerah. Namun, di balik janji-janji manis, mengintai bahaya penipuan kampus abal-abal. Mereka menawarkan gelar instan, proses mudah, dan biaya yang tak masuk akal, seolah menjadi solusi cepat bagi ambisi akademik.
Padahal, "kampus" ini hanyalah entitas fiktif tanpa izin resmi dari pemerintah, kurikulum standar, apalagi akreditasi yang diakui. Fasilitas fisik minim, tenaga pengajar tidak jelas, dan proses perkuliahan seringkali hanya formalitas.
Korban tak hanya kehilangan uang dan waktu, tetapi juga harapan. Ijazah yang didapat tidak memiliki kekuatan hukum; tak akan diakui oleh dunia kerja maupun untuk melanjutkan studi. Masa depan karir pun terancam karena berbekal dokumen palsu.
Cara Menghindarinya:
Jangan mudah tergiur. Selalu lakukan verifikasi. Periksa izin operasional dan akreditasi kampus melalui situs resmi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) atau Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Cermati kejanggalan seperti proses penerimaan yang terlalu mudah atau tidak adanya fasilitas yang memadai.
Pendidikan adalah investasi masa depan, bukan jalan pintas. Jadilah mahasiswa cerdas yang selektif demi memastikan setiap jerih payah berbuah pengakuan yang sah.