kontak PT. Pernik Diva Nirwana

Ketika datang klien yang ingin dibuatkan banner serta pencetakannya, tentu kita akan berusaha untuk memberikan desain terbaik. Meski Anda seorang yang berpengalaman dalam desain dan cetak yang lain, misalnya kartu nama atau leaflet/brosur, ada beberapa aspek dari desain banner atau spanduk besar yang terkadang diabaikan.

Berbeda dengan materi pemasaran cetak lainnya, banner harus dapat dibaca dan dilihat dari kejauhan dan karenanya ada beberapa unsur tertentu dari desain banner atau spanduk yang harus diperhatikan untuk memastikan agar pesan di dalam banner dapat terbaca dan tersampaikan dengan baik (Hal penting tersebut akan kita bahas dalam paragraf selanjutnya).

Kami telah merancang dan mendesain ratusan banner atau spanduk sepanjang tahun ini di PT. Pernik Diva Nirwana dan kami cukup beruntung dapat bekerja dengan klien dari berbagai bidang, sehingga pengalaman kami dalam membuat desain banner semakin terasah.

Jika Anda membutuhkan jasa membuat desain banner, silahkan hubungi kami untuk berkonsultasi bersama tim desain grafis PT. Pernik Diva Nirwana. Dengan pengetahuan yang dimiliki oleh tim desain grafis kami, desain banner Anda akan lebih menarik dan tepat sasaran.

 

Berikut ini Tutorial Cara Membuat Desain Banner.

1. Pertimbangkan Lokasi Banner Anda
Hal pertama yang harus Anda pikirkan sebelum membuat desain banner adalah menentukan lokasi dimana banner Anda nanti akan ditempatkan. Hal ini sangat penting, karena dengan mengetahui lokasi tempat banner dipajang, maka dapat membantu desainer untuk memilih skema warna atau keseluruhan desain yang digunakan untuk banner Anda.

Idealnya, skema warna banner Anda harus sangat kontras dibandingkan dengan lokasi penempatannya. Jadi, misalnya saja Anda hendak menempatkan banner di dinding yang memiliki background batu bata berwarna kuning atau oranye, maka akan lebih bijaksana jika pemilihan warna background banner tidak menggunakan warna yang sama.

 

2. Pilih Warna yang Kontras dan Cerah

membuat desain banner

Menggunakan pertimbangan dari poin 1, dapat kita simpulkan bahwa sebaiknya kita menggunakan warna-warna yang cerah dan kontras. Coba perhatikan banner besar diatas. Banner tersebut mengusung isu yang membosankan dan sangat tidak menarik di kota Denver, yaitu mengenai pelarangan selang pipa. Dengan mengangkat topik yang membosankan seperti itu, besar kemungkinan masyarakat tidak akan tertarik untuk melihatnya. Namun, dengan kreatifitas dan pemanfaatan warna yang tepat, banner tersebut tetap dapat menarik perhatian masyarakat sekaligus memastikan bahwa pesan yang ada dapat tersampaikan.

Perhatikan bahwa desainer dengan cerdik memanfaatkan tiang penyanggah banner untuk dijadikan sebagai bagian dari desain banner itu sendiri. Selain itu, desainer juga menggunakan skema warna yang sangat terang, terutama warna oranye. Warna oranye terlihat lebih menonjol dan dapat menarik perhatian masyarakat dari kejauhan. Ditambah dengan pemilihan warna putih sebagai teks yang sangat kontras dengan warna latar belakangnya. Kekontrasan warna itu juga masih dipertegas dengan penggunaan huruf tebal yang akan memastikan bahwa pesan dapat terlihat dari kejauhan.

 

3. Manfaatkan Teks Besar
Satu hal yang perlu Anda ingat tentang banner atau spanduk besar (yang berbeda dari kebanyakan materi pemasaran lainnya seperti leaflet atau brosur) adalah bahwa dalam kebanyakan kasus, tujuannya adalah untuk menarik perhatian pembaca atau masyarakat dari kejauhan.

Oleh karena itu, Anda harus dapat memastikan bahwa setiap tulisan yang terdapat pada banner itu dapat terbaca dalam jarak beberapa meter.

 

4. Pilih Jenis Huruf yang Tebal dan Terbaca

membuat desain banner

Sebagian besar desainer ingin bermain-main dengan jenis huruf untuk mempercantik desain banner yang mereka buat. Namun, Anda juga harus tetap berpegangan pada prinsip bahwa membuat desain banner adalah untuk dapat terbaca dari kejauhan.

Jenis huruf indah memang bagus, tetapi ada kekhawatiran bahwa huruf tersebut tidak dengan cepat terbaca dari kejauhan ataupun oleh orang yang lewat menggunakan kendaraan.

Lihat gambar diatas. Anda akan melihat bahwa pesan utama “RETAIL SPACE AVAILABLE TO LET” ditulis dalam ukuran huruf yang besar. Namun, Anda juga akan melihat bahwa jenis huruf yang digunakan adalah huruf yang sangat mudah dibaca, bahkan dari kejauhan sekalipun.

 

5. Kata-kata yang Sederhana
Poin penting yang harus Anda pegang ketika Anda membuat desain banner adalah mempertahankan kata-kata atau pesan yang ingin disampaikan tetap sesederhana mungkin.

Kenapa?

Karena banner atau spanduk membutuhkan komunikasi pesan dalam waktu sesedikit mungkin. Hal ini disebabkan karena target audiens tidak memiliki banyak waktu untuk membaca tulisan-tulisan dalam paragraf, karena mereka biasanya melihat atau membaca banner sambil mengemudikan kendaraan.

 

6. Gunakan High-Quality Image
Banner memiliki ukuran yang besar. Oleh karena itu, gunakan material gambar yang tajam dan beresolusi tinggi agar gambar tersebut tidak pecah ketika dicetak.

Tentunya Anda tidak menginginkan banner atau spanduk Anda memuat gambar yang tidak jelas karena penggunaan image dengan resolusi rendah.

 

7. Tempatkan Call-to-Action
Selain informasi yang ingin disampaikan, di dalam banner atau spanduk hampir selalu menyertakan “AJAKAN” atau Call-to-Action (kecuali Anda membuat banner dengan tujuan satu-satunya hanya untuk meningkatkan kesadaran merek).

Pada dasarnya, Call-to-Action adalah ajakan kepada pembaca banner anda untuk mengambil suatu tindakan tertentu, misalkan mengunjungi website Anda atau menelepon ke perusahaan Anda.

Nah, cukup jelas bukan?

Kini, Anda telah memahami elemen-elemen yang harus ada sebelum Anda membuat desain banner. Namun, jika Anda masih merasa kebingungan, kami ada disini untuk membantu Anda.

Hubungi kami untuk mengkonsultasikan kebutuhan Anda dalam membuat desain banner, dan tim desain grafis kami akan membantu mempersiapkan dan memproses banner Anda menjadi lebih menarik.