Mesin Cetak – Sejarah

Mesin cetak yang ada saat ini, sangatlah berbeda dengan mesin cetak saat pertama kali ditemukan. Pada awalnya, mesin ini dipergunakan untuk membuat banyak salinan halaman yang identik dan kini lazim dipergunakan untuk mencetak buku dan surat kabar.

Mesin yang pertama kali ditemukan oleh Johannes Gutenberg ini dipakai dengan meletakkan huruf bersama-sama, dimana setiap huruf tersusun di balok dalam sebuah bingkai. Kemudian, ia dapat memindahkan kertas dan tinta di atasnya yang akan meninggalkan beberapa tinta di kertas itu.

Sejarah Mesin Cetak

Dalam sejarah, bentuk pencetakan yang sangat sederhana ditemukan di Cina dan Korea sekitar tahun 175 AD. Pada saat itu, bentuk pencetakan dapat terlihat dari tampilan yang terbalik di atas kayu dan perunggu yang telah dibuat, dimana alat ini selanjutnya dibubuhi tinta dan berikutnya ditempatkan diatas secarik kertas serta digosok dengan lembut menggunakan sebuah tongkat bambu.

Sedangkan di daratan Eropa, sekitar tahun 1440, Johannes Gutenberg yang berasal dari kota Mains, Jerman, membuat sebuah terobosan besar. Johannes Gutenberg menemukan sebuah metode pengecoran potongan-potongan huruf di atas campuran logam yang terbuat dari timah. Sistem kerja penemuan Gutenberg ini membuat potongan-potongan huruf dapat ditekankan ke atas halaman berteks untuk percetakan.

Apabila dicermati, metode yang ditemukan oleh Gutenberg ini secara keseluruhan bergantung kepada beberapa elemennya diatas penggabungan beberapa teknologi dari Asia Timur seperti kertas, pencetakan dari balok kayu dan mungkin pencetakan yang dapat dipindahkan.

Karya Johannes Gutenberg dalam mesin cetak di mulai sekitar 1436 ketika dia sedang bekerja sama dengan Andreas Dritzehan, seseorang yang pernah dibimbing oleh Gutenberg dalam pemotongan batu permata, dan Andreas Heilmann, pemilik pabrik kertas. Tetapi rekor resmi itu baru muncul pada tahun 1439 ketika ada gugatan hukum melawan Gutenberg; saksi-saksi yang ada membicarakan mengenai cetakan Gutenberg, inventaris logam (termasuk timah), dan cetakan ketikannya.

Pada saat itu, membuat sebuah buku membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Penyalinan satu buku bahkan dapat menghabiskan waktu hingga bertahun-tahun dan itupun hanya beberapa orang saja yang dapat membacanya. Seiring dengan semakin banyaknya orang-orang kelas menengah dan para mahasiswa di Eropa Barat yang dapat membaca, maka permintaan pengadaan buku-buku pun semakin meningkat.

Mesin cetak yang ditemukan dan digunakan oleh Gutenberg menjadi sebuah kemajuan luar biasa untuk masyarakat Barat.