kontak PT. Pernik Diva Nirwana

Dalam rangkaian proses percetakan sebuah buku, terdapat beberapa hal penting yang harus dilalui, mulai dari pembuatan plat cetak hingga penjilidan buku pada proses fisnishing.

Pada proses penjilidan buku, masih terbagi ke dalam beberapa teknik jilid buku yang tergantung pada tebal tipis buku, gramatur kertas yang digunakan, dan jumlah halaman.

Untuk lebih mengetahui mengenai teknik jilid buku di percetakan, simak penjelasan berikut ini.

1. Teknik Jilid Kawat

teknik jilid buku model jilid kawat

Teknik jilid buku model jilid kawat.

Teknik jilid buku dengan model jilid kawat ini seringkali disebut oleh orang awam sebagai jilid steples. Namun, jika Anda berurusan dengan pihak percetakan, agar tidak terjadi salah paham, maka mulai sekarang, Anda sudah harus merubah penyebutan teknik steples menjadi teknik jilid kawat.

Teknik jilid kawat ini menggunakan sebuah mesin jilid, dimana bahan jilidnya adalah kawat yang oleh orang awam lebih dikenal dengan sebutan steples.

Teknik jilid kawat untuk buku ini biasa dipergunakan untuk buku yang memiliki jumlah halaman antara 4-80 halaman. Untuk dapat menggunakan teknik jilid buku model ini, jumlah halaman buku Anda juga harus memiliki kelipatan 4.

 

2. Teknik Jilid Spiral

Teknik jilid buku model jilid spiral.

Teknik jilid buku model jilid spiral.

Sesuai dengan namanya, teknik jilid buku model spiral memang menggunakan kawat berbentuk spiral. Anda dapat melihat hasil jilid spiral pada buku Agenda, buku Annual Report, dan atau buku-buku note.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan jilid spiral, pada tahap layout atau desain, Anda harus memberikan jarak yang lebih lebar pada sisi Inside halaman buku Anda dibandingkan jarak untuk bagian atas dan bawah. Mengapa? Karena pemberian jarak yang lebih lebar tersebut untuk menghindari bagian dalam buku terambil untuk posisi lubang spiral.

Teknik jilid buku spiral banyak ditemukan di tempat-tempat fotokopi dengan ukuran spiral paling kecil 1/4″ dan paling besar 1 1/4″.

 

3. Teknik Jilid Benang

Teknik jilid buku model jilid benang.

Teknik jilid buku model jilid benang.

Teknik Jilid Buku model benang sering digunakan untuk pembuatan buku yang menggunakan hardcover. Pada teknik ini, jumlah halaman yang dapat dijahit biasanya ditentukan melalui penghitungan berdasarkan jenis dan gramatur bahannya. Namun, ada juga yang menyebutkan jumlah halaman untuk teknik jilid benang secara spesifik, misalnya per8, per16, per24, dan atau per32 halaman.

Mengapa demikian? Karena dengan semakin besarnya gramatur bahan yang digunakan, maka akan semakin sedikit jumlah halaman yang dapat dijahit. Sebab, apabila terlalu tebal, maka jahitannya menjadi kurang bagus dan membuat buku Anda akan terlihat kurang rapi pada proses lem panas nantinya.

 

4. Teknik Jilid Lem Panas (Perfect Binding)

Teknik jilid buku model jilid lem panas (perfect binding).

Teknik jilid buku model jilid lem panas (perfect binding).

Dalam proses finishing percetakan, dapat dikatakan bahwa tekniknya jilid buku menggunakan teknik jilid lem panas (perfect binding) merupakan teknik jiliid buku yang paling banyak digunakan. Hal tersebut didasari penilaian bahwa teknik jilid buku model lem panas adalah teknik jilid paling mudah dan kuat.

Apalagi, teknik jilid lem panas ini hampir cocok digunakan untuk semua jenis buku. Teknik jilid ini paling banyak digunakan untuk buku-buku cerita, seperti nove, komik, serta untuk buku-buku non fiksi lainnya, semacam company profile.

Tidak ada persyaratan khusus untuk menggunakan teknik jilid lem panas ini, cukup pastikan saja bahwa buku Anda memiliki “punggung buku” untuk proses pengeleman nanti.

Nah, semoga informasi mengenai ragam dan jenis teknik jilid buku ini dapat menambah pengetahuan Anda terhadap dunia percetakan.