“REVIVAL” Jadi Tema JFC 2016

JFC 2016 telah semakin dekat. Even yang digelar satu tahun sekali ini telah sukses membius ratusan ribu penontonnya untuk setia menunggu gelaran JFC setiap tahunnya. Tidak hanya dari dalam negeri, namun juga dari luar negeri, baik wisatawan maupun insan pers.   Konsep 4 E JFC 2016 Jember Fashion Carnaval International Event merupakan kegiatan yang terencana dengan baik serta melalui proses panjang, mulai dari kegiatan-kegiatan sederhana di dalam lingkungan kerja Dynand Fariz, kegiatan keliling kampung dan alun-alun Jember hingga ke pentas dunia. Untuk semua hal itu, JFC memiliki Konsep 4 E yang selalu menjadi pegangan, yaitu. EDUCATION (Pendidikan) Melalui in house training para peserta diberikan pengetahuan merancang busana, fashion run way, fashion dance, presenter, rias dan make up dan melalui ajang kompetisi (olympiade) terlahir SDM yang percaya diri, terlahir instruktur, leader, koreographer, presenter, singer, Enterpreneur, dan lain-lain. Melalui penggalian potensi diri peserta dengan memberikan kesempatan untuk pengembangan kreativitas melalui kompetisi akan terlahir ide-ide baru baik di bidang seni tari/dance, merancang busana, aksesories serta yang lainnya. Bagi Penonton juga menambah wawasan tentang budaya daerah dan budaya luar yang beraneka ragam. ENTERTAINMENT (Hiburan) Sebagai even ekslusif yang dapat menjadi hiburan bagi masyarakat menyeluruh dari segala lapisan baik profesi, usia, pendidikan, latar belakang ekonomi dan sebagainya. EXHIBITION (Pameran) Menjadi pusat study atau research perihal Fashion Carnaval, menjadi obyek pengambilan photo bagi photographer professional dan banyak lainnya. ECONOMIC BENEFIT (Pengembangan perekonomian) Melalui penyelenggaraan event yang mempunyai konsep yang jelas, SDM yang berkwalitas, berkesinambungan, menarik , memperoleh dukungan dari masyarakat, pemerintah dan wakil rakyat memungkinkan untuk menjadi potensi wisata unggulan yang dapat menggerakkan potensi wisata lainnya (perhotelan, restaurant, transportasi, souvenir, makanan khas dan lain-lain).  ...

Mesin-Mesin Pendukung di Percetakan

Mesin-Mesin Pendukung di Percetakan – Setelah sebelumnya kita membahas mengenai jenis percetakan yang menguraikan tentang Mesin Cetak Offset, Mesin Cetak Ploter, dan Mesin Cetak Digital. Kini, kita akan membahas mengenai mesin-mesin pendukung yang biasa dipergunakan di industri percetakan. 1. Mesin UV (Vernis) Mesin UV (Vernis) berfungsi untuk mengkilapkan hasil cetak. Mesin UV memanfaatkan cairan kimia untuk mengkilapkan hasil cetakan. Harga proses vernis per cm-nya menggunakan mesin ini pada umumnya lebih murah dibandingkan dengan menggunakan mesin laminating glossy.   2. Mesin Laminating Seperti halnya mesin UV (Vernis), mesin laminating juga memiliki fungsi sebagai pemanis sekaligus pelindung cetakan setelah proses cetak. Mesin laminating memanfaatkan plastik tipis yang mengandung perekat. Bahan yang paling umum digunakan adalah jenis plastik doft dan glossy. Untuk penggunaan bahan plastik doft pada barang cetak, akan membuat warna cetak tertahan di dalam dan memberikan kesan ekslusif karena kelembutan dan kehalusan hasil laminatingnya. Sedangkan untuk penggunaan bahan plastik glossy sangat berbeda, karena memiliki sifat yang bertolak belakang dengan plastik doft.   3. Mesin Pond Mesin pond memiliki fungsi untuk membuat bentuk dari barang cetakan menjadi seperti yang diinginkan. Contoh hasil mesin pond adalah kotak dus nasi. Tentunya Anda mengetahui bahwa kotak dus nasi terbentuk dari lekukan-lekukan atau tanda lipatan, yang setelah dilipat akan membentuk kotak dus nasi. Lekukan atau lipatan yang terlihat saat dus nasi belum dibentuk itulah yang dihasilkan oleh mesin pond. Untuk membentuk lipatan yang diinginkan, mesin pond membutuhkan pisau pond.   4. Mesin Hotprint Mesin hotprint biasa disebut juga dengan nama mesin poly. Mesin ini berfungsi untuk cetak khusus yang dikenal dengan sebutan foil. Hasil dari mesin hotprint ini dapat Anda lihat pada huruf-huruf mengkilap seperti...

Jenis Percetakan yang Perlu Anda Tahu

Jenis percetakan – Saat ini, dunia percetakan semakin berkembang. Mencetak tidak hanya menggunakan mesin cetak yang membutuhkan proses panjang dalam pengerjaannya. Melalui perkembangan teknologi, proses cetak semakin mudah dan singkat. Berikut ini adalah beberapa jenis percetakan. 1. Cetak Offset Dalam prosesnya, percetakan offset membutuhkan proses yang panjang, mulai dari desain, perhitungan kertas, ukuran kertas, pembuatan repro film master hingga pembuatan plat yang akan dipergunakan untuk mencetak. 2. Cetak Ploter Cetak ploter saat ini telah banyak dipergunakan. Cetak ploter merupakan jenis cetakan yang menggunakan mesin berukuran besar dan dapat diibaratkan sebagai printer yang berukuran besar. Cetak ploter dapat diimplementasikan ke dalam beberapa media, salah satunya adalah bahan flexi yang kita kenal untuk pembuatan banner. Cetak ploter memiliki proses yang sangat mudah dan lebih singkat dibandingkan dengan proses jenis percetakan offset. Dalam proses cetak ploter, materi desain dapat langsung dicetak pada media atau bahan yang kita inginkan.   3. Cetak Digital Cetak digital seringkali dianggap sebagai fotocopy digital, namun dengan kemampuan yang dapat mencetak warna dengan akurat. Seperti halnya cetak ploter, proses cetak digital juga sangat mudah. Sayangnya, saat ini jenis cetak digital hanya dapat mencetak diatas kertas atau stiker vinnyl/cromo dengan ukuran maksimal A3+. Cetak digital dapat menjadi alternatif terbaik untuk Anda yang membutuhkan barang cetakan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Anda membutuhkan jasa percetakan yang cepat dan murah? Hubungi segera PT. Pernik Diva Nirwana di (021) 864 7534 atau...

Mesin Cetak – Sejarah

Mesin cetak yang ada saat ini, sangatlah berbeda dengan mesin cetak saat pertama kali ditemukan. Pada awalnya, mesin ini dipergunakan untuk membuat banyak salinan halaman yang identik dan kini lazim dipergunakan untuk mencetak buku dan surat kabar. Mesin yang pertama kali ditemukan oleh Johannes Gutenberg ini dipakai dengan meletakkan huruf bersama-sama, dimana setiap huruf tersusun di balok dalam sebuah bingkai. Kemudian, ia dapat memindahkan kertas dan tinta di atasnya yang akan meninggalkan beberapa tinta di kertas itu. Sejarah Mesin Cetak Dalam sejarah, bentuk pencetakan yang sangat sederhana ditemukan di Cina dan Korea sekitar tahun 175 AD. Pada saat itu, bentuk pencetakan dapat terlihat dari tampilan yang terbalik di atas kayu dan perunggu yang telah dibuat, dimana alat ini selanjutnya dibubuhi tinta dan berikutnya ditempatkan diatas secarik kertas serta digosok dengan lembut menggunakan sebuah tongkat bambu. Sedangkan di daratan Eropa, sekitar tahun 1440, Johannes Gutenberg yang berasal dari kota Mains, Jerman, membuat sebuah terobosan besar. Johannes Gutenberg menemukan sebuah metode pengecoran potongan-potongan huruf di atas campuran logam yang terbuat dari timah. Sistem kerja penemuan Gutenberg ini membuat potongan-potongan huruf dapat ditekankan ke atas halaman berteks untuk percetakan. Apabila dicermati, metode yang ditemukan oleh Gutenberg ini secara keseluruhan bergantung kepada beberapa elemennya diatas penggabungan beberapa teknologi dari Asia Timur seperti kertas, pencetakan dari balok kayu dan mungkin pencetakan yang dapat dipindahkan. Karya Johannes Gutenberg dalam mesin cetak di mulai sekitar 1436 ketika dia sedang bekerja sama dengan Andreas Dritzehan, seseorang yang pernah dibimbing oleh Gutenberg dalam pemotongan batu permata, dan Andreas Heilmann, pemilik pabrik kertas. Tetapi rekor resmi itu baru muncul pada tahun 1439 ketika ada gugatan hukum melawan Gutenberg; saksi-saksi...

Percetakan | Percetakan Brosur, Buku, Flyer dan Majalah

Percetakan merupakan kata yang sangat umum bagi kita. Namun, tidak semua diantara kita mengetahui pengertian dari kata percetakan itu sendiri. Karenanya, PT. Pernik Diva Nirwana akan memberikan penjelasan mengenai pengertian dari kata percetakan.   Pengertian Percetakan Percetakan merupakan sebuah proses industri yang dilakukan untuk memproduksi secara massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas yang menggunakan sebuah mesin cetak. Proses ini merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan. Banyak buku, koran, brosur, flyer dan majalah sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakn offset. Image yang akan dicetak di-print di atas film sebagai medianya yang kemudian ditransfer ke plat cetak. Warna-warna yang diinginkan dapat dihasilkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset sekaligus. Teknik cetak umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan cetak berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser. Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas.   Sejarah Percetakan Sejarah percetakan mempunyai jalan panjang dan diperkirakan telah berumur lebih dari 30.000 tahun. Bukti ini didapatkan dari sebuah tulisan yang menuliskan informasi tanggal dari gambar dinding gua yang berumur lebih dari 30.000 tahun. Pada tahun 2500 B.C., orang Mesir mengukir hieroglyphics pada batu. Akan tetapi, sistem┬ácetak yang kita ketahui sekarang tidak ditemukan hingga lebih dari sekitar 500 tahun yang lalu. Orang China membuat banyak penemuan. Mereka menemukan kertas pada abad pertama dan moveable type yang terbuat dari tanah liat sekitar abad ke-11. Orang Korea pertama kali membuat moveable type dari perunggu pada pertengahan abad ke-13. Akan tetapi, tidak diketahui adanya hubungan antara penemuan awal orang Asia dan...

Desain Stiker untuk Inspirasi Anda

Desain stiker – Saat ini, dunia percetakan kembali diramaikan dengan booming-nya stiker. Anda pasti sudah tidak asing dengan kata stiker, bukan? Secara umum, dapat dijelaskan bahwa stiker adalah media kertas yang dilapisi plastik dan dilengkapi dengan perekat pada bagian belakangnya yang dapat ditempelkan pada semua bentuk benda karena bahannya yang elastis dan fleksibel. Dari sisi fisiknya, stiker terbuat dari bahan yang bersifat lentur, sehingga fleksibel dapat dipasang di berbagai bentuk media baik yang mendatar maupun melengkung sekalipun. Sementara itu, dari sisi ukurannya, stiker memiliki ukuran yang sangat beragam tergantung kepada kebutuhan dan selera pembuatnya. Sedangkan dari sisi tujuan, pada umumnya seseorang membuat stiker dengan tujuan seperti berikut ini: IKLAN. Stiker merupakan salah satu media yang cukup efektif dalam dunia advertising. Misalnya saja, kita sering melihat di jalanan banyak kendaraan yang dihiasi dengan stiker besar maupun kecil, baik itu di kaca maupun di body-nya. Tidak hanya mobil pribadi, stiker juga banyak dipasang di kendaraan umum, seperti angkot atau bus transportasi dengan ukuran yang sangat besar. Karena tertempel di kendaraan, dimana kendaraan tersebut bergerak ke berbagai tempat setiap harinya, maka stiker yang tertempel di body kendaraan tersebut menjadi media iklan yang sangat powerful. HIASAN. Selain berfungsi sebagai media iklan atau advertising, stiker juga dapat dijadikan sebagai hiasan. Desain stiker yang banyak digunakan sebagai hiasan seringkali disebut sebagai cutting stiker, dimana stiker model ini pada umumnya didesain dengan gambar-gambar lucu dan menarik serta dipasang di kendaraan maupun dinding kamar atau rumah. PELINDUNG. Selain sebagai media advertising dan untuk hiasan, desin stiker juga dapat difungsikan sebagai pelindung. Artinya, stiker dimanfaatkan untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu, misalnya saja untuk mencegah body mobil terkena gesekan dan...